SMGR Minati Perusahaan Beton

by admin in Uncategorized | 0 comments

JAKARTA – Korporasi semen milik negara, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. tengah mempertimbangkan untuk melakukan akuisisi perusahaan yang bergerak di sektor beton.

Direktur Keuangan Semen Indonesia Ahyanizzaman mengatakan pihaknya telah berbicara dengan sejumlah pihak terkait dengan rencana tersebut.

“Tapi saya be lum bisa ngomong dulu ,” katanya, beberapa waktu lalu. Menurutnya, perseroan sekarang tidak lagi hanya berkegiatan usaha di bidang semen melainkan juga downstream un tuk memastikan diserapnya produk semen perusahaan.

“Untuk memastikan produk ka midi serap oleh pasar, nanti kami kembangkan,apakah nanti akuisisi, apakah bangun perusahaan baru atau apakah pengembangan perusahaan yang sudah ada,” paparnya.

Disinggung mengenai rencana penawaran umum perdana (IPO) saham perusahaan beton PT Waskita Karya Beton, Ahyanizzaman belum bersedia memberikan penjelasan. Menurutnya, pihaknya masih menunggu kepastian harga IPO perusahaan tersebut.

Menurutnya, Semen Indonesia memiliki sejumlah rencana strategis pada masa mendatang. Salah satu di antaranya adalah rencana akuisisi perusahaan yang bergerak di sektor beton.

Pada saat ini, Semen Indonesia memiliki anak usaha yang bergerak di sektor beton, yakni PT SGG Prima Beton. Pada Desember 2015, SGG Prima Beton membeli saham milik Dana Pensiun Semen Gresik (DPSG) sebesar 36,67% senilai Rp55 miliar di PT. Varia Usaha Beton.

Transaksi jual beli saham itu termasuk transaksi afiliasi mengingat Semen Indonesia merupakan pendiri DPSG dan perseroan menjadi pemegang 99,9% saham di SGG Prima Beton yang bergerak di bidang produksi dan penjualan beton.

Sebelum SGG Prima Beton menjadi pemegang saham, saham Varia Usaha Beton dimiliki oleh DPSG dengan porsi 36,67% dan 63,33% saham lainnya dimiliki oleh PT Varia Usaha, perusahaan yang 24,95% sahamnya dimiliki  oleh Semen Indonesia.

Sebagai gambaran, Varia Usaha Beton adalah perusahaan di bidang industribeton, baik readymix concrete maupun pracetak di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan kapasitas batching plant sebesar 1,3 juta m3 per tahun.

Pengembangan usaha Varia Usaha Beton tersebut dianggap sebagai bagian dari mengantisipasi pertumbuhan pasar beton khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan basis penjualan semen dari Semen Indonesia.

Sementara itu, SGG Prima Beton memiliki wilayah pemasaran yang meliputi Jakarta, JawaBarat dan Banten dan memiliki batching plant dengan kapasitas 800.000m3 per tahun.

 Dari sisi kinerja, Semen Indonesia membukukan penurunan penjualan 5,04% menjadi Rp6,02 triliun pada kuartal I/2016 dibandingkan dengan Rp6,34 triliun pada periode yang sama 2015.

Dari kinerja tersebut, perusahaan membukukan laba bersih yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,03 triliun pada kuartal I/2016 atau turun 13% dibandingkan dengan Rp1,19 triliun pada periode yang sama 2015.